Ciri Ayam Aduan Juara : Bentuk Kakinya Bulat dengan Sisik Rapih

Ciri Ayam Aduan Juara : Bentuk Kakinya Bulat dengan Sisik Rapih

Selanjutnya dilihat dari bentuk kaki, ayam Bangkok umumnya memiliki bentuk kaki yang bulat dan terlihat kering. Selain itu dilihat dari sisiknya, ayam Bangkok umumnya memiliki sisik yang rapi dengan warna sisik kuning. Maksudnya sisik yang rapi adalah berderet mulai dari bagian jari kelingkingnya hingga kaki yang tidak terputus.

Jika sisiknya berbentuk seperti ini adalah ciri-ciri ayam Bangkok yang dijamin dapat membuat lawan cepat kalah karena pukulannya yang keras.

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Bentuk Jenggernya Seperti Pial Pendek dan Roes

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Bentuk Jenggernya Seperti Pial Pendek dan Roes

Bagi para pecinta ayam petarung Bangkok, ciri-ciri ayam Bangkok yang umum adalah dilihat dari bentuk jenggernya. Bentuk jengger ayam Bangkok yang umum adalah seperti roes dan seperti pial pendek. Para pecinta ayam petarung kebanyakan mencari ayam Bangkok yang memiliki bentuk jengger menyerupai blangkon. Inilah yang banyak dicari karena diakui memiliki kualitas bertarung yang sangat baik pula.

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Kepala Seperti Pinang

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Kepala Seperti Pinang

Kepala seperti buah pinang juga termasuk salah satu ciri ayam jago aduan yang bagus. Dilihat dari kualitasnya, ayam dengan bentuk kepala yang besar seperti menyerupai buah pinang merupakan jenis ayam jago aduan yang bagus.

Ayam dengan ciri ini biasanya mempunyai kemampuan serang yang kuat dan tidak mudah menyerah bahkan hingga pertarungan terakhir.

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Warna Bulunya Beragam dengan Ciri Khas Berbeda

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Warna Bulunya Beragam dengan Ciri Khas Berbeda

Selanjutnya, ciri-ciri ayam Bangkok yang membuatnya berbeda dengan jenis ayam lainnya adalah pada warna bulunya. Warna bulunya pun bervariasi. Ada setidaknya 7 jenis warna bulu ayam Bangkok yang umumnya ada di pasaran, yaitu:

  • Wangkas : warna dasarnya hampir sama dengan warna rawisnya, yaitu berwarna kuning kemerahan.
  • Wiring: warna dasarnya hitam, memiliki bulu rawis dan ekor berwarna dasar kuning agak kemerahan.
  • Blorok: warna dasar bulunya totol-totol. Totol-totolnya pun terdiri dari beragam warna dari putih, hitam dan merah.
  • Klawu: memiliki warna dasar ayamnya abu-abu.
  • Jali: memiliki bulu dengan warna dasar blirik. Blirik sendiri merupakan campuran dari berbagai jenis warna dengan motif garis-garis kecil.
  • Putih: seperti namanya, ayam Bangkok berwarna ini memiliki warna bulu dasar putih.
  • Jregem: warna dasar bulunya berwarna hitam.
Ciri Memilih Ayam Aduan Juara :Bentuk Jengger Menyerupai Blangkon

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara :Bentuk Jengger Menyerupai Blangkon

Ciri ayam jago aduan yang bagus selanjutnya dilihat dari bentuk jenggernya. Ayam jago aduan dengan kualitas yang bagus biasanya mempunyai bentuk jengger menyerupai bentuk penutup kepala blangkon.

Selain itu, bentuk jengger ayam yang bagus juga biasa disebut seperti rose atau seperti pial pendek. Beberapa bentuk jengger tersebut dinilai dapat menunjukkan kualitas ayam yang bagus, kuat, dan berpotensi menjadi juara.

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Memiliki Leher Panjang

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Memiliki Leher Panjang

Ciri ayam jago aduan yang bagus juga biasanya mempunyai bentuk leher panjang. Ayam jago yang memiliki bentuk leher lebih panjang dari jenis ayam lainnya sering disebut sebagai ayam jago berkualitas baik dan kuat.

Namun umumnya, jenis ayam jago yang dipilih adalah dengan tulang penghubung antara leher dan kepala yang tidak menonjol. Jika tulang sambung semakin tidak menonjol, maka kualitasnya semakin baik.

Tidak heran, jika para pecinta ayam jago aduan sering memeriksa bagian tulang sambung untuk mengetahui kualitasnya.

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Memiliki Tubuh Tegap dan Besar

Ciri Memilih Ayam Aduan Juara : Memiliki Tubuh Tegap dan Besar

Ayam merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara di masyarakat. Biasanya orang yang memelihara ayam sebagai hewan ternak untuk dikembangbiakkan, kemudian dijual sebagai bahan makanan. Bukan hanya dagingnya, namun telur yang dihasilkan ayam juga bisa dijual untuk mendapatkan penghasilan.

Selain menjadi hewan ternak, tidak sedikit pula orang yang memelihara ayam sebagai hobi saja. Jenis ayam yang sering menjadi hewan peliharaan biasanya yang mempunyai tubuh bagus dan kuat. Salah satunya seperti ayam jago. Selain dipelihara, ayam jago yang memiliki tubuh gagah dan kuat juga sering kali dilombakan dalam pertarungan atau adu ayam.

Di Indonesia, adu ayam menjadi suatu budaya atau tradisi tersendiri bagi sebagian masyarakat. Meskipun saat ini sudah jarang dilakukan, namun sebagian masyarakat memilih untuk tetap melakukannya sebagai upaya untuk melestarikan tradisi yang ada. Dalam hal ini, biasanya masyarakat memilih ayam jago dengan selektif agar bisa menjadi pemenang dalam pertarungan.

Terdapat beberapa ciri ayam jago aduan yang bagus dan kuat yang perlu Anda ketahui. Ciri ayam jago aduan ini dapat dilihat dari beberapa bagian tubuhnya yang khas. Mulai dari bentuk paruh, bagian kepala, hingga bentuk ekor. Beberapa ciri ayam jago aduan ini dapat menunjukkan bahwa ayam tersebut mempunyai tubuh yang kuat dan kokoh sehingga berpotensi menjadi pemenang dalam setiap pertarungan.

Dilansir dari beberapa sumber, berikut kami merangkum beberapa ciri ayam jago aduan bagus dan kuat yang perlu Anda perhatikan.

 

Mempunyai Tubuh Besar dan Tegap

Ciri ayam jago aduan yang bagus dan kokoh pertama dapat dilihat dari bentuk tubuhnya. Biasanya ayam jago aduan yan kuat mempunyai tubuh yang besar dan tegap. Hal ini biasanya dapat ditunjukkan dari postur tubuh ayam ketika berdiri yang membentuk sudut hampir 90 derajat.

Ayam jago aduan yang berkualitas juga mempunyai tulang dada lebih besar dibandingkan jenis ayam lainnya. Selain itu, banyak orang yang lebih memilih ayam jago dengan badan empuk dibandingkan yang keras.

Hal karena ayam dengan tubuh yang cenderung empuk memiliki otot yang bagus dan kuat dalam bertanding. Hal ini juga menjadi salah satu faktor pendukung dalam kualitas serangan ayam saat bertarung.

Menentukan Umur Ayam Bangkok

Menentukan Umur Ayam Bangkok

 

 

 

 

 

Ayam memang banyak sekali ragamnya, menyerupai ayam kampung, ayam hutan, ayam bangkok dan masih banyak lagi. Ayam bangkok biasanya jadi ayam yang banyak dipilih sebagai ayam aduan. Bentuk tubuhnya yang gagah, bisa membuatnya sebagai satria pertandingan.

Sayangnya bagi para pemula, masih terasa sulit menentukan mana yang berkualitas dan tidak. Bahkan yang sudah senior-pun masih terasa sulit membedakan. Mana yang masih muda dan mana yang sudah pas dijadikan ayam aduan.
Fisik ayam tak berbeda dengan ayam lainnya, kalau diberikan pakan berkualitas. ayam akan cepat besar dan fisiknya hampir sama dengan yang sudah berusia cukup. Hal inilah yang menjadi dilema, dikala kita membeli ayam langsung. Fisik sudah mumpuni ditambah rayuan penjual, risikonya kita membeli ayam yang salah. Daripada salah menentukan cara mengetahui umur ayam bangkok.

Simak saja beberapa tips menentukan ayam bangkok berkualitas berikut.

1. Cucuk

Ayam bangkok berusia cukup, mempunyai cucuk besar dan panjang. Cucuk ini bisa menggigit lawan tanpa lepas. Cucuk menyerupai ini sangat pas dalam tabrak cucuk. Bahkan menciptakan mental musuh menurun, alasannya yaitu kalah besar cucuknya.

2. Mulut

Ketika mencari ayam bangkok yang bagus, dilihat dari mulutnya. Mulut yang besar dan lebar secara otomatis mempunyai rahang bertulang tebal. Meskipun lawan mempunyai pukulan super, rahang kuat ini bisa menghadapinya.

3. Kepala

Ternyata bentuk kepala sanggup mencirikan ayam petarung kuat atau tidak. Carilah ayam berkepala njambe atau menyerupai buah pinang. Berdasarkan pengalaman yang ada, ayam berkepala njambe sangat tangkas dalam menyerang. Bahkan bisa menyerang dalam aneka macam arah. Berbeda dengan ayam berkepala biasa.

4. Leher

Bentuk leher ayam bangkok petarung manis dan berkualitas, besar serta bersendi rapat sangat pas dipilih serta dijadikan ayam aduan. Bentuk leher bersendi rapat tersebut bisa menciptakan ayam bertahan dikala mendapat pukulan dari lawan. Dapat dibandingkan dengan ayam berleher kecil serta sendi renggang.Ketika ditarungkan lalu mendapat pukulan lawan secara keras sangat rentan patah leher. Disamping itu, hindari menentukan ayam dengan leher tipe S. Tipe ini sangat rentan diserang lawan.

5. Badan

Bentuk tubuh juga membedakan ayam berkualitas atau tidak. alangkah baiknya menentukan ayam dengan bentuk tubuh menyerupai jantung pisang. Atau tubuh berbentuk lingkaran menyerupai botol, serta bertulang tebal.

Mengapa harus menentukan ayam berbentuk tubuh menyerupai itu? Badan ayam bangkok menyerupai ini lebih lentur, sehingga sanggup mengindari serangan lawan lebih mudah. Tulang yang tebal membuatnya kuat menghadapi serangan lawan.

6. Sayap

Apakah sayap besar lengan berkuasa dalam pertarungan? Jelas amat berpengaruh. Lebih baik mencari ayam dengan tulangan sayap tebal dan bulu rapat lidi bulu besar. Ciri khas sayap manis juga terlihat dikala ayam mengepakkan sayap, maka akan mengeluarkan bunyi.

7. Kaki

Kaki sangat besar lengan berkuasa pada kekuatan pertarungan. Kaki lingkaran dengan jari tengah panjang akan mengakibatkan ayam petarung hebat. Ternyata kaki bentuk lingkaran lebih kuat serta berisi dibandingkan kaki mblimbing. Jari tengah panjang juga menciptakan pukulan lebih sakit. Yang tak kalah penting kaki harus keras dan kering.

Setelah mengetahui ciri-ciri tadi, sanggup dipastikan umur ayam bangkok sudah matang untuk tarungan. Kaprikornus jangan asal menentukan ayam dengan kondisi fisik besar saja. Kondisi fisik harus diteliti dari cucuk sampai ujung kaki. Pasalnya cara mengetahui umur ayam bangkok cukup sulit. Akan lebih baik menentukan ayam dengan ciri-ciri fisiknya.

 

Ayam Yang Sering Dipakai Bertarung : Ayam Peru

Ayam Yang Sering Dipakai Bertarung : Ayam Peru

Ayam Peru (Peruvian), merupakan salah satu jenis ayam aduan yang paling populer. Ayam ini memiliki daya tahan tubuh dan fisik yang jauh lebih kuat ketimbang ayam-ayam lainnya.

Ayam Peru memiliki postur cukup besar, badannya pun membungkuk, kupingnya berwarna kuning, dan ekornya membentuk huruf N.

Anakan Peru yang masih berusia enam bulan dibanderol Rp 5 jutaan.  Untuk ayam dewasanya bisa mencapai Rp 30 hingga Rp 60 jutaan.

Beternak Ayam Philipin

Beternak Ayam Philipin

Seorang pria di Gorontalo berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam. Bukanlah ayam biasa, melainkan ayam aduan yang kerap digunakan dalam sabung taji. Ia adalah Yahya Mohamad, pria asal Kelurahan Molosifat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Jenis ayam yang diternakan Yahya sendiri adalah ayam sabung berjenis Philipin. Tak main-main, keuntungannya bahkan mencapai hingga 50 juta perbulan.

Bahkan kini katanya, ayam Philipin miliknya itu, telah digemari tidak hanya di Gorontalo, namun juga dari luar darah, bahkan luar pulau Sulawesi, seperti Kalimantan, Papua, dan Sumatra.

Ia menceritakan, dalam memulai bisnis ternak ayam petarung philipin tersebut, ia hanya bermodalkan keberanian. Kata dia, kala itu, jangankan perihal mengenai perawatan, nama jenis-jenis ayam pun ia tidak tahu sama sekali. Namun, karena sebuah tekad yang keras dan kemampuannya melihat sebuah peluang bisnis, akhirnya ia bisa pada posisi yang sekarang.

“Saya berani waktu itu, melihat peluang usaha, saya menangkap peluang usaha ini dengan bermodalkan keberanian, saya tidak tahu apa-apa tentang ayam, baik itu jenisnya cara pemeliharaan, dan lain sebagainya waktu itu saya belum tahu,” ungkap Yahya.

Bermodalkan dana sebesar Rp 70 Juta, pria tersebut menggarap usahanya. Dengan modal itu digunakan untuk membeli ayam pertama senilai Rp 15 Juta. Lalu ayam kedua, Rp 12,5 juta per ekor, sebanyak 12 ekor. Lalu kemudian membeli betinanya enam ekor dengan harga Rp 20 juta.

Meski begitu, saat sudah memiliki ayam-ayam tersebut, ia masih saja belum tahu bagaimana merawat ayam dengan harga belasan juta tersebut.

Karena itu, ia mencari berbagai sumber guna mencari tahu bagaimana cara perawatan ayam tersebut, tak terkecuali berdiskusi dengan para ahli yang menurutnya paham, terkait pengembangan usahanya itu.

Tapi kata pengusaha ini ,dia tidak menyangka usahanya bisa tembus pasar nasional, dengan rata-rata penjualan harian sebanyak 16 ekor, dan baru saja dikirim ke Kalimantan , Sulawesi dan Sumatera.

Rata-rata harga jual per ekor bisa sampai dengan 5juta , tuturnya.

Ia membeberkan, capaian itu pun tidak lepas dari perawatan yang berkualitas. Katanya, untuk operasional pemeliharaan jumlah ayam sebanyak 600 ekor, kata dia paling tinggi berkisar Rp 2 juta per bulan. Menurutnya nominal tersebut masih terbilang sedikit, “Di situ sudah komposisi makannya, multi vitaminnya, kurang lebih sekitar Rp 2 Juta lah. Sudah termasuk mungkin gaji karyawannya dan sebagainya,” ucapnya.

Sementara itu, setiap ekor ayam di kandang miliknya dihargai 2,5 juta hingga 5 juta rupiah, “Untuk harga ayam di sini, dia rentan antara dari Rp 2,5 Juta sampai dengan Rp 5 Juta per ekor. Kalau yang betina rentang antara Rp 2 juta sampai Rp 3 Juta per ekor,” tutupnya