7 Cara Beternak Ayam Petelur bagi Pemula

Cara Beternak Ayam Petelur bagi Pemula

1. Menyeleksi Bibit Ayam Petelur Mempengaruhi Kesuksesan Peternakan

Bibit ayam petelur adalah anak ayam yang secara genetik sudah dirancang untuk menghasilkan telur berkualitas dengan efisien.

Bibit ayam atau sering disebut Day Old Chicks (“DOC”) dapat dibeli dari umur 1 hari. Ada berbagai jenis bibit yang dijual di pasaran, seperti bibit ayam petelur, bibit ayam broiler atau pedaging, ataupun bibit ayam parent stock.

Kesuksesan peternakan ayam petelur sangatlah bergantung pada langkah pertama Anda dalam menyeleksi bibit. Pastikan Anda tidak salah membeli bibit karena ada beberapa jenis bibit ayam selain petelur.

Ciri-ciri DOC Ayam Berkualitas

Bukanlah hal yang sulit untuk menyeleksi bibit. Anda bisa memperhatikan ciri fisik bibit ayam yang baik dengan mudah, sebagai berikut :

  1. Mata yang cerah dan bening
  2. Berat badan yang cukup
  3. Bersuara nyaring dan lincah
  4. Bulu bersih
  5. Tanpa cacat

Kualitas dari bibit ayam, tentunya dipengaruhi oleh kualitas induk ayam dan perawatannya. Jika induk ayam mengonsumsi pakan yang berkualitas, rutin mendapat vaksin, dan hidup dalam kandang yang higenis, maka anak ayam yang dihasilkan juga akan berkualitas.

Oleh karena itu, pastikan Anda membeli bibit ayam petelur dari peternakan yang bereputasi baik. Peternakan tersebut haruslah memiliki fasilitas yang bersih, hangat, dan punya akses air bersih yang baik untuk diminum oleh ayam. Selain itu, kualitas pakan ayam juga harus Anda perhatikan karena mempengaruhi kondisi bibit ayam petelur yang dihasilkan.

2. Persiapkan Kandang yang Nyaman dan Higenis

Kandang merupakan salah satu komponen penting dalam keberhasilan peternakan Anda. Kandang menjadi tempat tinggal ayam selama masa hidupnya, dan tentunya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan tingkat produktivitasnya.

Untuk membuat kandang yang baik, Anda sebaiknya mempertimbangkan terlebih dahulu berapa banyak ayam yang ingin Anda miliki dan berapa anggaran Anda untuk membuat kandang. Setelah itu, Anda bisa memulai langkah-langkah untuk membangun kandang ayam sebagai berikut :

  1. Pilih lokasi yang bagus
  2. Tentukan jenis kandang
  3. Tentukan luas kandang yang diperlukan
  4. Beri fasilitas utama yang harus ada
  5. Perhatikan tempat pakan
  6. Perhatikan tempat minum
  7. Atur pencahayaan

 

3. Pemberian Pakan untuk Peternakan Ayam Petelur

Pakan Ayam Petelur

Pakan merupakan sumber nutrisi yang menentukan kualitas dari produk ternak Anda, baik daging maupun telur. Ada banyak perusahaan yang tersedia di seluruh dunia, yang memproduksi pakan komersial dan suplemen pakan ayam petelur. Anda dapat membeli pakan dari pasar lokal atau membuat pakan di rumah Anda sendiri.

Dari manapun sumbernya, Anda sebaiknya memastikan bahwa pakan dan suplemen yang Anda berikan diperkaya dengan nilai makanan esensial. Protein, vitamin dan mineral sangat penting untuk ayam petelur karena akan mempengaruhi kualitas telur, kesuburan dan kesehatan ayam petelur.

Selain kandungan gizinya, Anda juga sebaiknya memberi pakan sesuai dengan umur ayam. Ayam yang baru lahir dan ayam dewasa yang bertelur tentunya membutuhkan gizi yang berbeda. Jika diberi pakan tepat sesuai dengan kebutuhan, maka ayam dapat tumbuh dengan lebih baik.

Setelah memberi pakan, Anda juga perlu memperhatikan apakah ada ayam yang tidak mau makan. Hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya penyakit dan bisa mengakibatkan ayam mati.

4. Pengelolaan Air untuk Peternakan Ayam Petelur

Kesehatan ayam bergantung pada pasokan air minum yang murni, bersih dan segar. Anda harus menyediakan air yang cukup sesuai dengan kebutuhan ayam petelur Anda. Tentukan tempat yang cocok untuk menyimpan pot air di dalam kandang unggas. Usahakan pasokan air sedikit dingin di cuaca panas, dan air sedikit panas di cuaca dingin.

Pada minggu-minggu pertama setelah lahir, banyak anak ayam tidak mau minum air setelah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Jadi, Anda harus membuat sistem air minum yang memadai di rumah induk mereka, dan Anda harus melatih mereka untuk minum air. Campurkan glukosa 5% dengan air, supaya mereka mudah mendapatkan energi.

Berikut tips-tips pengelolaan air untuk bibit ayam :

  1. Pastikan bibit ayam punya akses ke air bersih sepanjang waktu
  2. Jangan menggunakan piring biasa untuk menyediakan air
  3. Bersihkan wadah air setiap hari
  4. Jangan membuat bibit ayam berjalan jauh untuk mendapatkan air
  5. Pastikan bibit ayam minum sebelum mulai makan.

5. Pentingnya Vaksinasi untuk Peternakan Ayam Petelur

Program vaksinasi akan menguatkan sistem kekebalan tubuh ayam, sehingga dapat mencegah ayam terinfeksi penyakit. Dengan demikian, kerugian akibat ayam terserang penyakit dapat dihindari. Keuntungan utama dari vaksin pada ayam adalah sebagai berikut:

  • Pemberian vaksin yang tepat waktu membuat daya tahan anak ayam meningkat.
  • Membantu melindungi ayam dari penyakit unggas menular.
  • Prevalensi penyakit akan berkurang.
  • Angka kematian akan berkurang.
  • Tingkat kematian yang rendah sehingga tingkat produksi meningkat dan keuntungan Anda meningkat.

6. Produksi Telur dari Peternakan Ayam Petelur

Produksi telur dari peternakan ayam petelur tergantung pada perawatan dan manajemen peternakan. Ayam petelur mulai bertelur secara komersial sejak usia 18-19 minggu. Mereka akan tetap bertelur terus hingga usia 72-78 minggu. Mereka dapat menghasilkan sekitar satu kilogram telur dengan mengkonsumsi sekitar 2,25 kilogram makanan selama masa bertelur mereka.

Jika ayam Anda dirawat dan dikelola dengan baik, maka produktivitas dan keuntungannya akan tinggi. Berikut tingkat produksi telur pada ayam secara umum, meskipun produktivitas dari setiap ayam bisa berbeda-beda tergantung kualitas bibitnya:

  • Pada usia 20 minggu pertama, sekitar 5% ayam mulai bertelur.
  • Sekitar 10% ayam mulai bertelur pada usia 21 minggu.
  • Ketika mereka mencapai usia 26 hingga 30 minggu, mereka akan menghasilkan sangat banyak telur.
  • Setelah bertelur dalam jumlah maksimum, mereka biasanya berhenti bertelur selama beberapa hari.
  • Dan setelah periode ini, produksi telur mereka mungkin berkurang secara perlahan.
  • Tingkat bertelur dan ukuran telur meningkat secara bertahap.
  • Ayam tumbuh sampai usia 40 minggu.
  • Berat dan ukuran telur meningkat hingga usia 50 minggu.

7. Penyimpanan Telur yang Baik

Setelah mendapatkan hasil produksi berupa telur, langkah penting selanjutnya adalah menyimpan telur. Telur merupakan bahan pakan yang bisa cepat rusak jika tidak disimpan dengan benar. Penyimpanan yang salah dapat membuat peternakan Anda merugi. Tentunya Anda tidak ingin usaha Anda menjadi sia-sia bukan?

Agar telur dapat bertahan lama, simpan telur di ruangan yang sejuk dengan suhu sekitar 13 derajat celcius dan diangkut dalam truk tertutup. Suhu yang dingin dapat memperlambat proses pembusukan telur. Sayangnya, banyak toko yang menjual telur tapi tidak menyimpannya dalam kondisi ideal. Dalam situasi rumah dan toko, cara penyimpanan terbaik adalah dengan menyimpannya pada suhu lemari es normal (4-6 derajat celcius).

Hubungi Customer Service Kami Untuk Info Lengkap (24 Jam ) :
☎️WA 08129732623
☎️Telegram 081214952061
www.Bolavita1.com