Tradisi Sabung Suku Talang Mamak

Asal Muasal Suku Talang Mamak dan Permainan Sabungnya

Suku Talang Mamak Talang mamak merupakan sekumpulan masyarakat yang terasing dan hidup masih secara tradisional di sehiliran sungai indragiri, provinsi riau. Dalam kelompok masyarakat ini terdapat sub kelompok yang mereka sebut dengan suku, kemudian dibagi lagi dalam tobo dan unit terkecil mereka sebut dengan hinduk atau perut atau disebut juga puak anak .3 kelompok masyrakat ini tergolong proto melayu (melayu tua) yang merupakan suku asli indragiri hulu dengan sebutan suku tuha yang berarti suku pertama datang dan lebih berhak atas sumber daya alam di indragiri hulu. masyarakat talang mamak berasal dari pagaruyung yang terdesak akibat adanya konflik adat dan agama.

Berdasarkan hikayat yang berkembang pada masyrakat tersebut bahwa nenek moyang mereka turun dari gunung merapi menuju ke taluk kuantan menelusuri batang kuantan dipimpin oleh datuk patih bergelar perpatih nan sebatang kemudian memebangun pemukiman pada sehiliran sungai tersebut.4 Masyarakat talang mamak dalam kehidupan sehari ± hari menggunakan bahasa yang di sebut talang mamak , walaupun dalam percakapan dengan pihak luar komunitas mereka biasa menggunakan bahasa melayu. Dalam kosakata bahsa talang mamak ini terdapat pengaruh bhasa minang dan bahasa melayu.5 Suku talang mamak sendiri tersebar di daerah 1. Batang Gansal, Indragiri Hulu, Riau 2. Batang Cenaku, Indragiri Hulu, Riau 3. Kelayang, Indragiri Hulu, Riau 4. Rengat Barat, Indragiri Hulu, Riau 5. Rakit Kulim, Indragiri Hulu, Riau 6. Sumay,Tebo,Dusun Semarantihan, Desa Suo-Suo, Jambi

 

Makna Sabung Ayam Bagi Orang Talang Mamak

Berdasarkan cerita masyarakat suku petalangan di desa talang sungai limau, permainan sabung ayam merupakan permainan yang di perintahkan Tuhan, oleh karena itu masyrakat talang mamak begitu menghargai dan menghormati permainan sabung ayam. Hal ini sebagimana disampaikan oleh Batin Desa Talang Sungai Limau Pak madi.

Dikisahkan pada zaman dahulu berkumpullah seluruh manusia untuk membantu pembangunan tersebut bahkan dari kalangan jin pun ikut terlibat, satu demi satu didirikan, tetapi pada tiang yang keempat terjadi keanehan karena terasa berat, sehingga manusai yang ada pada saat itu tidak ada yang mampu mendirikan tiang tersebut. Tiangpun dicoba diangkat bersama-sama tetepai tidak terangkat. Mereka meyakini bahwa ada jin yang sedang menduduki tiang tersebut, dengan segala upaya mereka lakukan untuk mengalihkan dan menurunkan jin tersebut dari tiang sampai tiba-tiba terdengar suara manusia yang hadir meyakini itu adalah suara Tuhan yang memberikan jalan keluar bagimasalah yang sedang mereka hadapi. Kemudian setelah itu seluruh manusia yang hadir pada saat itu beramai-ramai membuat permainan sabung ayam dengan tujuan mengalihkan perhatian jin yang menduduki Selang beberpa saat jin yang tertarik dengan permainan sabung ayam tersebut sehingga tiang jin tersebut. Kepercayaan tersebut sampai saat ini masih di yakini oleh masyarakat talang mamak dengan melaksanakan permainan sabung ayam ini ketika kelahiran, pernikahan dan kematian anggota sukunya.

Peranan Dalam Permainan Sabung Ayam

Dalam permainan sabung ayam melibatkan beberapa orang yang terlibat dalam permainan ini, dimana masingmasing mempunyai peranan sendirsendiri, yang terdiri dari :
1. Penyabung

  1. Pembulang
  2. Orang tua-tua dan masyarakat talang mamak sebagai penonton

    Alat Dan Perlengkapan
    Dalam permainan sabung ayam memerlukan alat dan perlengkapan. Alat dan perlengkapan itu yaitu: 1. Ayam aduan Dalam sekali sabung dibutuhkan dua ekor ayam jantan yang akan disabung, masyarakat talang mamak biasanya memelihara ayam jantan sendiri.

  3. Pagar / pembatas Pagar atau pembatas biasanya terbuat dari tali atau kain. JOM FISIP Vol. 3 No. 2 Oktober 2016 Page 9 Pembatas ini dimaksudkan supaya tidak ada orang yang memasuki arena sabung ayam, karena akan menggangu kelangsungan permainan sabung ayam
  4. Tali (bulang-bulang) Tali jenis benang nilon adalah jenis tali yang dipakai dalam setiap permainan sabung ayam.
  5. Taji Taji buatan khusus disediakan dan dipasang pada ayam sebelum permainan berlangsung, taji terbuat dari besi dan berbentuk seperti pisau dengan lebar 0,5 cm- 1 cm dan panjang mencapai 5 cm.
  6. Sambung taji Sambung taji adalah sebutan masyarakat sekitar untuk menyebut sarung pengaman yang biasa dipakaikan di taji buatan sebelum ayam diadu 6. Pisau Pisau berfungsi sebagai alat meneymbelih ayam yang kalah sabung sebelum benar-benar mati.

 

Makna Ritual Permainan Sabung Ayam Ketika Naik Tanah ( Kematian )
Dalam ritual keagamaan ini ada yang disebut pandam/makam/meratus dalam ritual ini dilakukan naik tanah / tambak. Riual ini bertujuan untuk memperingati kematian. Dalam ritual ini tidak ditentukan hari keberapa harus dilaksanakan ritual ini. Menurut keyakinan mereka semakin cepat akan semakin baik.

Peraturan Dalam Permainan Sabung Ayam

Dalam permainan sabung ayam terdapat beberapa peraturan yang menjadi acuan dalam permainan sabung ayam diantaranya yaitu :

  1. Sebelum melakukan permainan sabung ayam harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari batin. 2. Ayam yang akan disabung harus sudah diketahui bentuknya.
  2. Ayam yang akan disabungkan harus seimbang berat dan tingginya
  3. Jika terjadi perselisihan tinggi ayam, akan dilakukan usaha untuk menyeimbangkan keadaan ayam, yaitu : a. Ayam yang tinggi akan dipasangkan taji sejajar dengan letak jalu asli berada. b. Ayam yang rendah akan dipasangkan taji sejajar dengan jari kelingking ayam tersebut ( lebih rendah). Cara seperti ini di harapkan dapat menyeimbangkan keadaan kedua ayam, satu sisi ayam unggul dengan tinggi badan, di sisi lain unggul dengan letak taji.
  4. Harus terdapat 4 orang yang berperan dalam permainan ini. 2 orang penyabung dan 2 orang pendamping yang tidak boleh meninggalkan permainan selama permainan masih berlangsung.
  5. Tidak diperbolehkan memasuki area permainan yang telah di berikan pagar pembatas
  6. Permainan berlangsung selama ayam masih terus bertarung
  7. Ayam dikatakan menang apa bila mengalahkan ayam lawan hingga mati atau lari dan tidak melakukan perlawanan.
  8. Dikatakan imbang apa bila salah satu ayam tidak bisa melanjutkan permainan, baik karena luka parah. ataupun lari, sedangkan bila kedua-duanya di hadapkan oleh penyabung masih menunjukan adanya keberanian terhadap lawannya seperti berkokok dan melakukan patukan terhadap lawan.
  9. Ayam dikatakan kalah apabila lari atau mati dan bila ayam dihadapkan dengan ayam lawan sudah tidak bisa menunjukan perlawanan lagi seperti berkokok atau mematuk lawan.
  10. Tidak boleh ada tindakan yang menyudutkan pihak yang kalah, karena pada hakikatnya permainan ini hanya sebagai hiburan dan juga penyembelihan ayam sebelum makan bersama
  11. Bila sabung ayam tidak dilaksanakan dalam ritual adat, maka yang punya gawai akan dikenai sanksi adat yang disebut empat tahil kepada adat. Bila diberlakukan hukum 4 tail maka yang harus dikeluarkan oleh si pelanggar adalah pinggan 21 buah, mangkuk 5 buah, tempat sirih, beras, ayam, keris, kain putih 36 lembar, dan gelang perak 1 buah. Jika diuangkan sekitar Rp.700.000 Itulah beberapa aturan yang harus dipatuhi oleh setiap masyrakat suku talang mamak di desa talang sungai limau.